Reksadana Vs Saham – Pilihan Investasi Modal Kecil dan Besar

Apa itu Reksadana?

Reksadana adalah salah satu produk investasi yang mengumpulkan dana dari para investor untuk dikembangkan dalam bursa efek.

Siapakah yang mengelola reksadana? Reksadana dikelola oleh Manajer Investasi yang mempunyai lisensi khusus untuk mengelola reksadana. Sedangkan bagian pencatatan dari reksadana itu sendiri disebut Kustodian, biasanya Bank.

Manajer Investasi akan melakukan diversifikasi reksadana ini kepada beberapa jenis intrumen, yaitu pasar uang, deposito, Sertifikat Bank Indonesia, obligasi dan saham.

Dilansir dari duwitmu.com ada beberapa jenis reksadana, diantaranya:

  1. Reksadana Pasar Uang – resiko rendah, untuk jangka waktu investasi pendek (1 – 3 tahun)
  2. Reksadana Pendapatan Tetap – resiko rendah, untuk jangka waktu investasi menengah.
  3. Reksadana Terproteksi – resiko rendah, untuk jangka waktu investasi menengah.
  4. Reksadana Campuran – resiko sedang, untuk jangka waktu investasi menengah.
  5. Reksadana Index –  resiko sedang, untuk jangka waktu investasi menengah.
  6. Reksadana Saham – resiko tinggi, untuk jangka waktu investasi panjang (> 5 tahun).

Untuk Anda yang ingin mencoba investasi dengan jangka waktu menengah dan minim modal, reksadana merupakan pilihan yang tepat, karena dengan modal Rp. 10.000,- Anda sudah bisa ikut berinvestasi dalam reksadana.

Agen penjual reksadana pun sekarang sudah lebih mudah ditemui. Selain bank. Anda bisa membeli reksadana di market place seperti tokopedia dan bukalapak.

Apa itu Saham?

Saham merupakan ikut serta seseorang atau badan usaha dalam modal satu perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT). Dengan keikutsertaan tersebut maka pemilik saham mempunyai hak dalam pendapatan perusahaan, hak atas asset perusahaan dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Ada dua jenis saham, yaitu:

  1. Saham Biasa (Common Stock), yaitu saham yang bisa diklaim dari laba atau ruginya suatu perusahaan. Jika perusahaan mengalami kerugian, maka investor pun akan sama – sama merugi sesuai dengan jumlah saham yang dibelinya.
  2. Saham Preferen (Preferred Stock), yaitu saham dengan nilai keuntungan yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga pada saat perusahaan mengalami kerugian, investor akan diberikan hak prioritas tertinggi atas asset yang terjual.

Untuk bisa menjadi investor saham, pada awalnya investor harus mendaftarkan diri menjadi nasabah pada perusahaan bursa efek atau perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas ini yang akan menjadi perantara untuk melakukan penjualan dan pembelian saham.

Modal awal yang diperlukan dalam membeli saham pada umumnya, investor melakukan deposit Rp. 25.000.000,- minimum pembelian di Bursa Efek Indonesia adalah 100 lembar saham atau 1 lot. Misal, perusahaan A menjual harga saham per lembarnya Rp. 100,-  jadi modal yang akan Anda keluarkan Rp. 100,- x 100 lembar = Rp. 10.000,-

Berinvestasi dalam instrument saham akan sangat maksimal jika dilakukan dalam jangka panjang, tentunya dalam perjalanannya Anda akan menemukan kondisi dimana harga saham yang Anda beli bisa mengalami kenaikan dan penurunan harga yang signifikan, di sini lah para pemegang saham diuji kekuatan mentalnya.

Keuntungan dan Resiko Reksadana Vs Saham

Keuntungan dalam berinvestasi dalam reksadana, yang pertama Anda tidak perlu mengatur besaran porsi setiap instrument investasi, karena sudah ada Manajer Investasi yang mengelolanya, kemudian investasi dalam reksadana tidak dikenakan pajak dan bisa memberikan hasil yang maksimal sesuai dengan jenis reksadana yang Anda pilih. Ditambah, modal minim yang menjadikan reksadana menjadi pilihan terbaik untuk para investor pemula dan minim pengetahuan akan investasi.

Prinsip dasar dalam berinvestasi adalah high risk high return, inilah yang akan Anda temukan pada saat berinvestasi saham, terkadang ada lonjakan harga yang membuat Anda kegirangan, dan sebaliknya akan ada penurunan harga saham yang membuat Anda ketakutan.

Tipe Investor Reksadana Vs Saham

Dalam berinvestasi ada 3 jenis tipe investor, yaitu:

  1. Konservatif, tipe investor yang memilih menyimpan dana investasinya dalam instrument yang “aman – aman saja” seperti pasar uang atau deposito. Keuntungan yang didapat pun tidak terlalu signifikan tapi resiko rendah.
  2. Moderat, tipe investor yang “berhati – hati” biasanya akan memilih instrument campuran yang terdiri dari pasar uang, dan saham. Keuntungan yang didapat akan lebih dari investor tipe konservatif, tapi tingkat resiko akan kekurangan modal awal juga memungkinkan.
  3. Agresif, tipe investor ini yang “punya nyali” dia berani mempertaruhkan modal awal dengan dua kemungkinan, modal berkurang atau bahkan hilang, dan keuntungan yang berlipat ganda.

Kesimpulan

Dalam berinvestasi memilih antara reksadana vs saham, baiknya memulai dengan modal minim dan tingkat resiko yang tidak terlalu tinggi. Sehingga reksadana merupakan pilihan yang tepat untuk Anda dalam memulai berinvestasi.

admin

Saya admin utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *